Tips Mengatasi Pelanggan yang Marah

Ciptakan Branding Perusahaan untuk Menarik Talenta Hebat
February 26, 2016
Pilih Promosi Media Sosial yang Tepat!
February 26, 2016

Kunci untuk menghadapi pelanggan yang tidak puas alias marah yaitu tenang dan jangan terpancing emosi. Salah maupun tidak, pelanggan tetaplah pelanggan, seseorang yang wajib kami hargai. Nah, bagaimana menghadapi pelanggan yang marah dengan teknik yang cocok? Berikut ulasannya untuk anda :

1. Tetap tenang
Cobalah untuk berpikir jernih, agar anda dapat menghadapi pelanggan tersebut dengan baik. Tenang, jangan hingga terpancing emosi dan jangan dimasukkan ke dalam hati. Terbukti, sangat tidak mengenakkan apabila dimarahi dan diteriaki, terlebih lagi didepan orang lain, apalagi apabila itu bukanlah kesalahan yang kita lakukan, tetapi tetaplah bersikap dengan baik. Ketika menghadapi pelanggan semacam ini, tatap wajahnya, jangan terlalu banyak melirik ke sana-sini, hindari melakukan hal-hal lain dulu. Fokus!

2. Dengarkan dengan baik
Cobalah memahami apa yang menjadi persoalannya. Apabila memungkinkan, panggil dan siapa yang sewajibnya bertanggung jawab (berbuat kesalahan). Seusai pelanggan memberi tau uneg-unegnya, rangkum dengan baik dan ucapkan kembali. Faktor ini untuk menunjukkan bahwa anda telah berusaha mendengarkan semua keluhannya. Satu faktor yang tidak kalah penting ketika mendengarkan dan berkata terhadap pelanggan, merupakan dengan menyebut namanya (make it more personal).

Apabila pelanggan tersebut datang ke tempat anda dengan mengangkat produk yang rusak umpama, ambil dan ceklah kerusakannya. Informasikan faktor ini segera pada yang berwenang, dan apabila memungkinkan, berbagi kompensasi atas kerusakan tersebut.

3. Tunjukkan simpati
Anda juga sebaiknya menunjukkan rasa simpati ketika menghadapi pelanggan yang tidak puas. Berpikirlah semacam Kamu yang berada di posisi mereka. Bahasa tubuh yang baik mempunyai peran yang penting pada waktu-waktu semacam ini. Eye contact, berdiri alias duduklah dalam posisi yang baik dan membiarkan tangan dalam posisi tidak bersilang juga dapat menolong.

4. Meminta maaf
Meminta maaf, tentunya merupakan faktor paling penting. Meskipun tidak memastikan persoalan berakhir dengan baik, setidaknya Kamu telah berusaha meminta maaf atas ketidakenjoyan, kesalahan dan berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan di masa yang bakal datang. Apabila situasinya cocok, hinggakan permohonan maaf diiringi dengan senyum yang tulus. Permintaan maaf juga dapat dibarengi dengan pemberian hadiah alias penawaran lainnya.

5. Memberbagi solusi
Sudahkah menanyakan apa jalan keluar yang diharapkan oleh pelanggan? Apabila sudah maka anda dapat segera memperkenalkan solusi pada mereka. Apabila ragu tentang jalan keluar ini, tanyakan pada yang lebih berwenang terlebih dahulu.

6. Melakukan Follow up
Seusai semua kejadian berakhir, disarankan anda mem-follow up persoalan ini pada pelanggan tadi. Anda dapat menanyakan, apakah solusi yang telah di berikan cocok? Alias biarkan pelanggan memberbagi kritik dan sarannya. Faktor ini baik untuk menambah kinerja perusahaan dan karyawan.

7. Menenangkan diri kembali
Seusai menghadapi pelanggan yang marah, amat disarankan untuk menenangkan diri selagi berbagai menit. Carilah hiburan yang dapat membikin kembali tenang dan tertawa. Tujuannya? Agar nada kembali rileks dan pasti saja, menghindari terulangnya kesalahan.

Untuk menghindari terjadinya kesalahan, lakukanlah semuanya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Rutin pastikan untuk mengecek kembali sebelum anda mendampingi produk atau mengerjakan sesuatu. (veritrans)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.